Edisi Maret 2011

No. 52 Tahun V


Wall Photos By Abdul Hadi Wm
Perahu-per​ahu nelayan di pantai/pel​abuhan nelayan Dungkek, Sumenep, ujung timur pulau Madura.

** Pray for Japan ** Kabhar Madhura ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban bencana tsunami di Jepang. **

Cover Stories

Palabbhuwan Pesa (careta pandha')
Paggun padhana gi` dhullu, bula ta` mampo namba` pekker se ajhumbel enga` dha` dhika. Se maelangnga jhang-bajhangnganna dhika, rassana tadha` panyelladhan sakale. Tadha` dheng-andhengnga kaangguy ngaleng dhari robha saksena dhika. Dhika se sama sakale tadha` coplak sakeddebbhan dhari ate. Terros noro`e karettegga ate dhalem atendhag ban tengka.



Karapan Penderitaan Sapi
Tradisi karapan sapi Madura yang awalnya hanya dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk kegembiraan usai panen, saat ini telah menjadi ajang eksploitasi dan penyiksaan terhadap binatang pemakan rumput ini demi kesenangan dan kebanggaan pemilik dan "pebotoh" pemasang taruhan.



Merindukan Sultan Abdurrahman
Dalam dunia spiritualitas, Sultan Abdurrahman disetarakan dengan wali, orang suci dalam tradisi sufisme. Makamnya di Asta Tinggi dikunjungi secara berkala oleh masyarakat Sumenep sampai kini karena dianggap penuh berkah serta sebagai wujud apresiasi atas pengabdiannya terhadap Sumenep.



Sejarah yang Terlupakan
Bubarnya negara-negara boneka bikinan Belanda untuk kembali menguasai Indonesia saat pusat pemerintahan Indonesia di Jogjakarta juga berangkat dari Madura. Berikut penuturan HR Soedirman Mertoadikoesoemo yang terlibat langsung dalam upaya pembubaran Negara Madura.



Chandra Hasan Pejuang Pantang Menyerah
Karena keadaan sudak kritis selaku Komandan Resimen 35, Letnan Kolonel Chandra Hassan mengundang Dewan Pertahanan Daerah (DPD) bersidang di Manding.



Sumenep dan Elitisme Sejarah
Pada bulan Oktober ini Kabupaten Sumenep akan merayakan hari jadinya yang ke-741. Dalam penelusuran sejarah, hitungan 741 tersebut dimulai dari didelegasikannya Raden Aria Banyak Wedi atau disebut pula sebagai Raden Aria Wiraraja, punggawa kenamaan keraton Singasari menjadi bupati Sumenep pada tahun 1269. Arya Wiraraja dikenal sebagai aktor dibelakang layar berdirinya kerajaan Majapahit karena dukungan strategisnya pada Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.



Madurese and Cell Phone Recycling
The thought of Madurese people popped into the journo’s mind when Francis Cheong, the regional environmental manager of cell phone producer Nokia briefed a group of journalists from Indonesia, the Philippines, Singapore and Malaysia about the company’s recycling program recently.



Islam in Madura and Tradition to Use Violence
Islam in Indonesia is deeply rooted in local communities and it is therefore impossible to find a common interpretation of the religion in this country of diverse ethnic groups. There are many Muslim communities, each with its own character.



Fitrah Dalam Pemikiran Tokoh Muhammadiyah Sumenep
Almarhum Kyai Bahaudin Mudhary (kyai Baha') merupakan legenda hidup (living legend) masyarakat Sumenep. Beliau adalah sosok ulama yang terkenal memiliki sejumlah kombinasi unik dalam dirinya. Seorang tokoh Muhammadiyah yang mengamalkan amaliah NU, ulama modern yang memiliki sejumlah karamah dan kasyf, pemikir Islam yang kristolog, kyai tasawuf yang menguasai pemikiran sains modern, juga tokoh politik yang akrab dengan dunia pendidikan.



Dua Peranan Syaikhona Kholil
Bulan Rajab ini kita pasti mengenang NU yang didirikan 16 Rajab 1344 Hijriah, bertepatan 31 Januari 1926. Hampir kita lupa bahwa arsitek utama berdirinya NU adalah seorang ulama Madura, almarhum Syaikhona Kholil Bangkalan.



Riak Suramadu Mengganggu Orang Madura
Sudah dapat diduga, setelah Jembatan Suramadu dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 10 Juni lalu, salah satu dampaknya arus lalu lintas di kawasan Madura meningkat pesat.



Perlu Lompatan Untuk Atasi Ketertinggalan
Keberadaan Jembatan Suramadu sepanjang 5,438 kilometer yang melintas di atas Selat Madura (Laut Jawa), yang menghubungkan Madura dengan Surabaya, hendaknya dapat mempercepat proses industrialisasi di Madura.



Yang 'Ngejreng' dan Memikat dari Madura
Madura tidak hanya identik dengan garam atau karapan sapi. Kepulauan berpenduduk 3,6 juta jiwa itu juga memiliki kekayaan yang di wariskan turun-temurun berupa keterampilan membatik. Sebuah karya seni bercita rasa tinggi.



Mengoptimalkan Peran Lembaga Pendidikan Tinggi di Madura
Dari tinjauan itulah sebenarnya letak peran lembaga Pendidikan Tinggi yang harus dioptimalkan. Dalam sudut pandang dunia pendidikan, SDM yang berkualitas setidaknya harus memiliki ciri “berbudaya akademik”. Yaitu sikap hidup yang ditandai oleh keinginan serta usaha untuk mengetahui sesuatu yang baru dan benar untuk memajukan ilmu pengetahuan (Mochtar Buchori, 2005).





created and maintained by Pakde Zul



informasi & partisipasi
iskzkarnain@yahoo.co.id

0 Comments:

Post a Comment

<< Home