Edisi Oktober 2010

No. 47 Tahun IV


Foto: EastJava.com
Toroan waterfall, is another small hidden paradise that lies in Ketapangdaya Village, Madura island. Toroan waterfall is the only waterfall in Madura, and it become a particular. The particular is coming from the way of the waterfall flows directly to the ocean, precisely, Java Ocean. It has only 10 Meters high and the fall is quite high that make such a lagoon within the rocks.


** Pray for Indonesia **



From Kabhar Madhura


Cover Stories

Sumenep dan Elitisme Sejarah
Pada bulan Oktober ini Kabupaten Sumenep akan merayakan hari jadinya yang ke-741. Dalam penelusuran sejarah, hitungan 741 tersebut dimulai dari didelegasikannya Raden Aria Banyak Wedi atau disebut pula sebagai Raden Aria Wiraraja, punggawa kenamaan keraton Singasari menjadi bupati Sumenep pada tahun 1269. Arya Wiraraja dikenal sebagai aktor dibelakang layar berdirinya kerajaan Majapahit karena dukungan strategisnya pada Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit.

Madurese and Cell Phone Recycling
The thought of Madurese people popped into the journo’s mind when Francis Cheong, the regional environmental manager of cell phone producer Nokia briefed a group of journalists from Indonesia, the Philippines, Singapore and Malaysia about the company’s recycling program recently.

Islam in Madura and Tradition to Use Violence
Islam in Indonesia is deeply rooted in local communities and it is therefore impossible to find a common interpretation of the religion in this country of diverse ethnic groups. There are many Muslim communities, each with its own character.

Fitrah Dalam Pemikiran Tokoh Muhammadiyah Sumenep
Almarhum Kyai Bahaudin Mudhary (kyai Baha') merupakan legenda hidup (living legend) masyarakat Sumenep. Beliau adalah sosok ulama yang terkenal memiliki sejumlah kombinasi unik dalam dirinya. Seorang tokoh Muhammadiyah yang mengamalkan amaliah NU, ulama modern yang memiliki sejumlah karamah dan kasyf, pemikir Islam yang kristolog, kyai tasawuf yang menguasai pemikiran sains modern, juga tokoh politik yang akrab dengan dunia pendidikan

Dua Peranan Syaikhona Kholil
Bulan Rajab ini kita pasti mengenang NU yang didirikan 16 Rajab 1344 Hijriah, bertepatan 31 Januari 1926. Hampir kita lupa bahwa arsitek utama berdirinya NU adalah seorang ulama Madura, almarhum Syaikhona Kholil Bangkalan.

Riak Suramadu Mengganggu Orang Madura
Sudah dapat diduga, setelah Jembatan Suramadu dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 10 Juni lalu, salah satu dampaknya arus lalu lintas di kawasan Madura meningkat pesat.

Perlu Lompatan Untuk Atasi Ketertinggalan
Keberadaan Jembatan Suramadu sepanjang 5,438 kilometer yang melintas di atas Selat Madura (Laut Jawa), yang menghubungkan Madura dengan Surabaya, hendaknya dapat mempercepat proses industrialisasi di Madura.

Pak Noer di Hati Keluarga Kerabat dan Sahabatnya
Pak Noer lama bertugas di Bangkalan. Dari jadi patih (1950) hingga menjadi bupati (1965). Banyak kenangan dan peninggalannya lestari sampai kini.

Yang 'Ngejreng' dan Memikat dari Madura
Madura tidak hanya identik dengan garam atau karapan sapi. Kepulauan berpenduduk 3,6 juta jiwa itu juga memiliki kekayaan yang di wariskan turun-temurun berupa keterampilan membatik. Sebuah karya seni bercita rasa tinggi.

Mengoptimalkan Peran Lembaga Pendidikan Tinggi di Madura
Dari tinjauan itulah sebenarnya letak peran lembaga Pendidikan Tinggi yang harus dioptimalkan. Dalam sudut pandang dunia pendidikan, SDM yang berkualitas setidaknya harus memiliki ciri “berbudaya akademik”. Yaitu sikap hidup yang ditandai oleh keinginan serta usaha untuk mengetahui sesuatu yang baru dan benar untuk memajukan ilmu pengetahuan (Mochtar Buchori, 2005).

Blueprint Rampung Akhir 2010
Sudah enam bulan dibentuk, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) hingga kini belum punya blueprint (cetak biru) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bernama Madura Industrial Estate Sea Port City. Investasi dari luar negeri maupun lokal pun jalan di tempat.

Pencitraan Masyarakat Madura Swasta
Bahkan, di bagian timur pulau Jawa, masyarakat Madura mendominasi dan membentuk komunitas besar yang sering kali dikenal sebagai masyarakat Madura swasta, masyarakat gadungan, masyarakat duplikat, dan masyarakat murtadin karena Maduro ora dan Jawa ora.


informasi & partisipasi
iskzkarnain@yahoo.co.id

0 Comments:

Post a Comment

<< Home